Ngetours.com, Solusi Cari Paket Wisata

https://3.bp.blogspot.com/-geXyU1EK7Yc/WQ7SLgwpKgI/AAAAAAAABcg/9MJRnjGztokd4mXPmOElq6nLnwRoVEoLQCLcB/s72-c/Ngetours.com%252C%2BTravel%2BMarketplace%2BBantu%2BPenjualan%2BPaket%2BWisata%2BTour%2BOperator.jpg click to zoom
Ditambahkan Mei 17, 2017
Kategori Artikel
Platform @ Chief Executive Officer (CEO)  Ngetours.com , Ikhwan | topik.co.id  Pertumbuhan pariwisata di Indonesia terus meningkat dengan signi...
Share
Hubungi Kami
Order

Review Ngetours.com, Solusi Cari Paket Wisata

@
Chief Executive Officer (CEO) Ngetours.com, Ikhwan | topik.co.id
 Pertumbuhan pariwisata di Indonesia terus meningkat dengan signifikan setiap tahunnya. Tak lebih, sekitar 70 juta orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bumi pertiwi.

Namun dengan meningkatnya pertumbuhan itu, belum terlalu diikuti dengan keseriusan dari pelaku dunia travel di Indonesia. Hal itu dihubungkan, utamanya pada kemudahan pemesanan wisata dalam dunia internet.

Hal lain yang juga penting adalah masih susahnya para Tour Operator atau Tour Organizer di Indonesia menjual produk wisata mereka. Karena inilah, anak muda asal Sumatera Barat menciptakan startup berbasis digital dengan konsep 'Travel Marketplace’. Startup itu diberi nama ‘Ngetours.com’ dengan mengusung tema #TravelingJadiMudah.

Hal ini diutarakan Chief Executive Officer (CEO) Ngetours.com, Ikhwan kepada TOPIK.co.id, Minggu (7/5), jika startup ini merupakan Marketplace atau tempat penjualan bagi tour operator di Indonesia.

"Kita mencoba membantu dalam tiga aspek, pertama membantu tour operator untuk menjual paket mereka, kedua untuk meningkatkan pariwisata Indonesia dan ketiga untuk mempermudah pemesanan berbagai paket wisata bagi calon wisatawan," katanya didampingi Chief Operating Officer (COO) Manuela Devega di Padang.

projek Ngetours.com | topik.co.id
Ikhwan juga menjelaskan, jika Ngetours.com tidak langsung menyetujui tour operator sebagai mitra. Namun, tour operator terlebih dahulu akan melalui tahap verifikasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Tidak semua tour operator menjadi mitra kita, tapi hanya yang terverifikasi oleh kita. Karena, ini menyangkut keamanan transaksi antara kami, tour operator dan konsumen nantinya," jelasnya.

Menurut Ikhwan, ada sejumlah aspek yang diperhatikan oleh Ngetours.com dalam membangun jaringan penjualan paket wisata. "Pertama, segi keamanan transaksi agar tidak terjadinya penipuan. Kedua paling penting itu adalah kenyamanan konsumen, kita ingin berikan paket sesuai dengan deskripsi yang kita tawarkan, jadi konsumen tidak kecewa," terangnya.

Untuk diawal ini, Ngetours lebih memfokuskan untuk membangun jaringan langsung kepada tour operator. Pasalnya, tour operator merupakan pihak yang langsung menjalankan perjalanan wisata.
"Hal ini lebih nyaman, karena mereka langsung yang menjalankan, jadi kalau ada komplen bisa langsung disampaikan. Walaupun verifikasinya lebih sulit untuk tour operator, tapi itu adalah pekerjaan rumah bagi kita," katanya.

Disebut Ikhwan, semenjak dibangun akhir tahun 2016 lalu, hingga saat ini Ngetours.com telah melakukan kerjasama setidaknya dengan 40 tour operator yang tersebar di Indonesia.

"Kita masih membuka peluang selebar-lebarnya bagi tour operator untuk menjual produk mereka kepada kami," bebernya.

Ada kebijakan khusus yang diterapkan oleh Ngetours.com, dimana setiap tour operator yang berasal dari daerah sama harus memberikan penawaran paket yang berbeda.

"Ini untuk menghindari kecemburuan antar sesama tour operator, jadi kalau ada yang berasal dari daerah sama, kita terapkan agar tour operator yang setelahnya agar memberikan paket berbeda walaupun ada tujuan wisata yang sama pada paketnya," katanya.

Terkait produk sendiri, ada tiga jenis produk yang dijual oleh Ngetours diantaranya, Private Tour, Open Trip dan Custom Trip. "Insyallah, yang akan kita unggulkan adalah Private Trip dan Open Trip. Untuk Custom Trip ini untuk menjawab keinginan konsumen," tuturnya.

Berbicara terkait kompetitor (lawan usaha), disampaikan Ikhwan, jika hal itu pasti ada, bahkan sudah ada yang meraih pendanaan hingga 13 Miliar. "Kalau kompetitor ada yang sudah besar, tapi kita anggap itu kawan. Karena, setiap startup pasti memiliki perbedaan konsep, walaupun tujuannya sama, yakni sama-sama jual wisata," katanya.

Chief Executive Officer (CEO) Ngetours.com, Ikhwan | topik.co.id
Menurut Ikhwan, jika kompetitor tidak ada maka usaha akan susah bergerak. "Itu teori ekonomi sederhana, jika ada kompetitor pastinya jualan ini diminati dan bisa bersaing. Kalau tidak ada, malah sebaliknya," jelasnya.

Namun begitu, ada nilai tambah bagi Ngetours.com dalam menjalankan bisnis ini. Pasalnya, kompetitor dalam Tour Marketplace masih terbilang sedikit di Indonesia.

"Plusnya ada, kompetitor kita tidak terlalu banyak dibandingkan pelaku Startup Digital lain. Kalau kita contohkan, kompetitor langsung kita seperti Tripvisto, Travacello, Momotrip, Triptrus, Pikavia, dan Koolva," terangnya.

Selain itu, bicara target transaksi sendiri, Ngetours menargetkan dapat menjual 300-500 pax (orang) setiap bulannya. "Jumlah ini bukan per paket, karena per paket berbeda, ada yang pesan lebih dari satu orang, jadi kita targetnya tidak banyak-banyak untuk diawal, 300 sampai 500 pax bisa kita jual," harapnya.

Sedangkan untuk target pasar sendiri, diawalnya, Ngetours menargetkan untuk pasar lokal terlebih dahulu. "Untuk awal kita gak main keluar dulu, kita domestik dulu, jika sudah mapan, maka kita akan ekspansi untuk penyedian keluar Indonesia," sebutnya.

Sementara itu, terkait pengoperasian Ngetours.com, dijadwalkan akan dimulai pada 15 Mei 2017 mendatang. "Kita saat ini fokus untuk penambahan produk, promosi dan target pasar kita," jelasnya.
Terakhir, Ikhwan sendiri berharap, Ngetours.com dapat diterima baik bagi masyarakat Indonesia, terutama ‘Urang Awak’ (orang Minang).

"Kita ingin membuktikan, jika dari daerah Kota Padang, Sumatera Barat bisa lahir sebuah Startup Digital yang besar," harapnya.

[TOPIK.co.id]



Komentar